Inovasi Pewarna Alami Ramah Lingkungan untuk Batik Besurek
TEKNIK PEWARNAAN ALAMI BATIK BESUREK MENGGUNAKAN BOILING TREATMENT
Pewarna
alami batik besurek berasal dari tanaman potensial yang berada di sekitar
lingkungan atau daerah di Bengkulu. Tanaman-tanaman yang berpotensi menjadi
sumber pewarna alami di wilayah Bengkulu sangat banyak dan tersebar luas,
contoh dari tanaman potensial sebagai alternatif pewarna alami batik besurek adalah:
Keempat tanaman tersebut mengandung zat antosianin, kurkumin, dan tanin sehingga dapat dijadikan sebagai pewarna alami, bukan hanya keempat tanaman tersebut saja yang dapat menghasilkan pewarna alami namun masih banyak lagi di sekitar lingkungan kita. Dapatkah ananda sekalian menyebutkan tanaman apa saja yang dapat dijadikan sebagai pewarn alami?
Proses pewarnaan alami batik besurek melibatkan beberapa tahapan utama:
Mari
kita bahas setiap tahap lebih lanjut!
1. Boiling
Treatment
Boiling treatment merupakan
sebuah proses yang harus dilewati sebelum dilakukannya pewarnaan, kain harus
melalui proses boiling treatment, yaitu perebusan kain dalam air panas
untuk meningkatkan daya serap terhadap pewarna alami. Dalam proses ini,
ditamabahkan tawas yang berfungsi sebagai zat pembantu fiksasi awal. Proses ini
memiliki beberapa manfaat utama, seperti:
· Meningkatkan
penyerapan warna alami dengan membuka pori-pori serat kain.
· Mengurangi
konsumsi mordant sintetis, sehingga lebih ramah lingkungan.
· Meningkatkan
daya tahan warna, yang mengurangi kebutuhan pewarnaan ulang dan mengehemat
sumber daya.
Cara
melakukan boiling treatment:
· Siapkan
laurtan tawas dengan mencampurkan 5 gram tawas dalam 100 mL air bersih.
· Panaskan
larutan hingga mencapai suhu 60oC (tidak sampai mendidih).
· Masukkan
kain ke dalam larutan twas dan rendam selama 30 menit, sambil diaduk.
· Angkat kain, bilas dengan air bersih, dan keringkan sebelum masuk ke tahap pewarnaan.
Sumber: Zahrani, 2025 (Arsip pribadi)
2. Ekstraksi Warna (Maserasi)
Setelah melalui proses boiling treatment, pewarna alami harus diekstraksi dari tanaman dengan teknik maserasi menggunakan perbandingan standar 1:10 (1 bagian tanaman : 10 bagian air).
Langkah-langkah
maserasi warna:
· Timbang
tanaman yang akan digunakan (cont, 100 gram bunga kembang sepatu)
· Potong
atau tumbuk tanaman yang akan dimaserasi menjadi pewarn alami
· Tambahkan
air sebanyak 1000 mL (1liter)
· Kemudian,
rebus tanaman tersebut selama 15 menit menggunakan api yang sedang dan tunggu
hingga air berkurang hingga 1/5.
· Saring
larutan untuk mendapatkan ekstrak warna murni.
· Larutan pewarna siap digunakan dalam proses pencelupan kain.
Sumber: Zahrani, 2025 (Arsip pribadi)
1. Pewarnaan
Kain dengan Pewarna Alami
Setelah
mendapatkan larutan pewarna, kain dapat mulai diwarnai dengan cara:
· Celupkan
kain ke dalam larutan pewarn alami sebanyak 3x dalam waktu 15 menit
· Kemudian
jemur kain dengan cara diangin-anginkan
2. Fiksasi
Warna
Setelah kain diwarnai, proses fiksasi diperlukan untuk meningkatkan daya tahan warna terhadap pencucian, penjemuran, dan gesekan. Dalam pewarnaan konvensional, fiksasi sering menggunakan zat kimia seperti kromium dan alumunium sulfat, yang dapat mencemari lingkungan. namun, dalam teknologi pewarnaan ramah lingkungan, digunakan mordant alami, antara lain:
Sumber: Zahrani, 2025 (Arsip pribadi)
· Tunjung (FeSO4): Mengikat molekul
pewarna alami dengan serat kain, memperdalam warna, serta meningkatkan
ketahanan terhadap pencucian, sinar matahari, dan gesekan.
· Kapur Sirih (CaCO3): Membantu menstabilkan pigmen
warna dengan reaksi ionic, menghasilkan warna lebih cerah tanpa menyebabkan
pencemaran air.
Kedua
mordant tersebut memiliki dosis standar apabila ingin digunakan contohnya:
· Tunjung (FeSO4) 10% = 10gram
tunjung dilarutkan dalam 100 mL air.
· Kapur Sirih (CaCO3) 5% = 5gram kapur sirih
dilarutkan dalam 100 mL air.
Keunggulan
Fiksasi Ramah Lingkungan
· Tidak menghasilkan limbah beracun yang mencemari
air dan tanah.
· Memanfaatkan bahan alami yang llebih aman bagi
pekerja dan ekosistem.
· Mengurangi ketergantungan pada bahan kimia
industri yang tidak terbarukan.
Cara
melakukan fiksasi
· Siapkan
larutan mordant sesuai dosis standar diatas
· Rendam
kain yang sudah diwarnai dalam larutan fiksasi selama 10-15 menit
· Bilas
kain dengan air bersihuntuk meenghilangkan sisa larutan fiksasi
· Jemur
kain di tempat teduh.















Komentar
Posting Komentar