Inovasi Pewarna Alami Ramah Lingkungan untuk Batik Besurek

 KUALITAS PEWARNA ALAMI BATIK BESUREK 

Tujuan Pembelajara: 
1. Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara uji ketahanan warna dan konsep teknologi ramah lingkungan.
2. Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan warna pewarna alami pada batik besurek. 

Nah, sekarang mari kita pelajari bagaimana teknologi ramah lingkungan bisa membantu pewarna alami tetap awet!

1.     Ketahanan warna terhadap Cahaya matahari (SNI IS0 105-B02)

Kalian pasti pernah melihat kain yang warnannya memudar karena sering terkena sinar matahari, kan?

Nah, dalam uji ini kita akan melihat sejauh mana warna kain batik tetap bertahan meskipun terkena sinar matahari dalam waktu lama.


Sumber: Zahrani, 2025 (Arsip pribadi
2. Ketahanan Warna Terhadap Pencucian (SNI ISO 105-C06) 

Apakah warna batik akan luntur jika dicuci?  Ternyata, ada cara agar warnanya tetap bertahan meskipun dicuci berkali-kali!


Sumber: Zahrani, 2025 (Arsip pribadi
3. Ketahanan Warna Terhadap Gesekan (SNI ISO 105-X12) 

Kalian pasti pernah mengalami warna baju luntur saat bergesekan dengan benda lain, kan? Uji ini akan mengecek apakah warna batik mudah hilang saat digosok atau bergesakan dengan kain lain.

 


Dengan memahami uji ketahanan warna ini, kita bisa: 
  • Memastikan batik lebih awet dan berkualitas. 
  • Mengurangi limbah pewarna sintetis yang mencemari lingkungan. 
  • Meningkatkan inovasi dalam pewarnaan alami agar bisa bersaing dengan pewarna sintetis! 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer